Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia. Pohon asam jawa merupakan salah satu jenis pohon peneduh yang di tanam di tepi jalan. Sejak zaman penjajahan Belanda pohon asam jawa ini sudah ada. Tamarindus indica L. adalah nama ilmiah pohon asam jawa dari keluarga kacang polong (Fabaceae). Asal pohon asam jawa ini dari daerah sabana tepatnya di Afrika Timur dan Madagaskar yang diperkenalkan oleh pedagang Arab ke Asia tropis dan kemudian menyebar ke seluruh daerah tropis lainnya.  

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
Jalan Ahmad Yani, Lumajang

Pohon asam jawa ini dikenal sebagai Tamarindus indica yang merupakan satu-satunya spesies dalam genus Tamarindus dan mempunyai umur panjang hingga 200 tahun.

Alasan kolonial Belanda menanam pohon asam jawa dikarenakan mempunyai ekonomi tinggi, dari batang, daun dan buah untuk berbagai keperluan. Juga berfungsi sebagai sumber makanan, minuman dan pengobatan, mebelair, peralatan kerja dan kegunaan lain yang bermanfaat. Apalagi buah asam jawa ini termasuk salah satu bahan rempah.

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
asam jawa siap dikirm – gambar – www.feedipedia.com

Begitu juga saat zaman kolonial Belanda, pohon asam jawa ini di tanam di tepi jalan sepanjang jalan propinsi dari Anyer hingga Panarukan. Selain diperuntukan sebagai keindahan tepi jalan juga alasan kepraktisan saat memanen buahnya. Begitu masa panen tiba tinggal menyediakan kendaraan angkut dekat pohon tersebut dan langsung dikirim ke tempat tujuan.

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
Jalan Ahmad Yani, Lumajang

Ciri-ciri, kelebihan dan keuntungan menanam pohon asam jawa adalah :

Pohon Asam Jawa

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
daun dari pohon asam jawa, gambar : www.feedipedia.com
  • Bisa tumbuh dan dibudidayakan di daerah dataran rendah sampai pada ketinggian 1000 meter dpl.
  • Sebagai tanaman peneduh
  • Pertumbuhannya lambat, buah muncul saat umur 7 – 12 tahun terhitung dari awal disemai.
  • Tinggi pohon 25 – 30 meter dan diameter batangnya 1-2 meter.
  • Mahkota pohonnya penyebar, rimbun, batang rantingnya pendek, bentuknya tidak beraturan.
  • Daun pohon asam jawa nampak selalu hijau, tersusun berselang-seling, daun majemuk terbagi 10 – 18 helai daun saling bersisian dengan bentuk bulat telur dan menyirip.
  • Aroma bunganya wangi, warnanya merah, kuning dan memanjang.
  • Buah asam jawa berbentuk polong berwarna coklat berdaging, setiap polong mengandung satu sampai enam biji coklat mengkilap dan agak pipih.
  • Khas kulit pohon asam jawa adalah bertekstur kasar, mirip retakan yang berbentuk kotak-kotak, warnanya abu-abu tipis.
  • Mempunyai akar tunggang sehingga tidak merusak jalan pedestrian, batang  pohonnya yang berkambiun dan akarnya kuat mencengkeram tanah sehingga kokoh menahan hempasan angin yang kuat jadi tidak mudah roboh.
  • Daunnya tidak mudah rontok sehingga tidak terlalu mengotori jalan.
  • Pohon asam jawa juga berfungsi sebagai penahan angin serta banyak digunakan untuk memperbaiki lingkungan yang tandus.
  • Sangat cocok sebagai tanaman pinggir jalan karena mampu mengurangi polusi dan menyerap karbondioksida
Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
bunga dari pohon asam jawa – www.powo.science.kew.org

Baca juga : Manfaat Asam Jawa Indonesia Untuk Kesehatan dan Kecantikan

Buah Asam Jawa

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
  • Pohon asam jawa umumnya bisa panen minimal sekitar 150 kg polong /tahun, akan tetapi bisa juga mencapai 200 – 300 kg, tergantung perawatannya.
  • Daun asam jawa untuk bahan obat, bumbu masakan dan bahan perawatan kecantikan.
  • Bunga dari pohon asam jawa sangat bermanfaat terutama sebagai sumber madu yang penting bagi budidaya lebah madu.
  • Daging buah asam jawa dibuat bumbu masakan dan obat tradisional. Sebagai obat tradisional  untuk keluhan penyakit : asma, bisul, batuk, bengkak, demam, diare, masalah kencing, sembelit, dll.
  • Buah asam jawa banyak digunakan dalam industri minuman, permen dan herbal. Juga sebagai bumbu masak.
  • Biji asam jawa diolah menjadi tepung dikarenakan perannya dalam proses produksi industri tekstil Indonesia, sebagai pengental cetak tekstil.
  • Minyak biji dari asam jawa digunakan sebagai salah satu bahan produksi cat dan pernis.
  • Daging buah asam jawa dicampur dengan garam laut akan menjadi ‘brasso’ yang bermanfaat sebagai pemoles atau pembersih kuningan, perak dan tembaga.
  • Kayunya yang keras bermanfaat sebagai tambahan pada peralatan pertanian dan pertukangan, sebagai pegangan: tangkai cangkul, kerokan rumput, tangkai cetok. Dan sebagai kayu bakar dan arang. Untuk kebutuhan mebelair.
Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
ranting asam jawa yang dimanfaatkan sebagai pijakan burung dalam sangkar
Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
tekstur pohon asam jawa, gambar – www.feedipedia.com

Dikutip dari website mongabay dengan judul artikel ‘Inilah Enam Pohon Pereda Stres’ dan salah satu dari enam pohon pereda stres itu adalah pohon asam jawa. Keenam pohon pereda stres tersebut adalah :

  • Damar (Agathis alba)
  • Mahoni (Swietenia macrophylla)
  • Pala (Myristica fragrans)
  • Asam jawa (Tamarindus indicus)
  • Johar (Cassia siamea)
  • Trembesi (Samanea saman)

Alasan ahli morfologi menilai pohon tersebut sebagai pereda stres karena ukuran pohonnya yang tinggi besar, kerimbunan mahkota daunnya yang melebar. Membawa suasana keteduhan.

Di samping itu ada sebagian masyarakat, khususnya masyarakat Jawa, yang beranggapan kayu asam jawa merupakan salah satu jenis kayu bertuah. Bagian pohon yang berwarna hitam disebut galih asam yang dianggap keramat yang berguna untuk keselamatan, mampu menghalau niat buruk yang ingin mencelakakan.

Selain itu, sebagai bahan baku membuat pusaka seperti tongkat komando, warangka keris.

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
kayu asam bagian dalam, galih asem

Begitu juga dengan asal nama asem yang aslinya dari kata nengsem (nengsemake) yang berarti menyenangkan. Daun pohon asem jawa punya julukan yakni sinom atau enom yang berarti muda. Dengan demikian pohon asam jawa melambangkan masa muda yang menyenangkan.

Cara Perbanyakan pohon asam jawa

Umum

Pohon asam jawa mudah dikembangkanbiakan dengan cara menyemai biji dan pencangkokan, penyambungan dan penempelan (okulasi).

Penyemaian Biji Asam Jawa

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
gambar – higar agro
  • Persiapan biji asam jawa, pilih yang terbaik
  • Rendam dalam air selama 24 jam, setelah itu angkat dan tiriskan
  • Selama biji direndam dalam air, kita persiapkan media semai biji asam jawa. Ada pun media semai adalah sebagai berikut: campur rata tanah dan sekam dengan perbandingan 1:1 . Lalu masukkan ke dalam wadah polibag atau pot dengan ukuran sesuai jumlah biji yang akan disemai. Susun berjajar biji asam jawa. Setelah itu tutup biji dengan media semai yang tersisa. Tipis saja.
  • Biji asam jawa akan berkecambah setelah berumur 7 – 10 hari setelah semai. Setelah berumur 30 hari bibit asam jawa, atau setinggi 20-30 cm, bisa dipindah ke media tanam. Tidak jauh beda dengan media semai biji asam jawa, media tanam untuk tahap berikutnya tanah dan sekam dengan komposisi 1:3 dan bagus bila ditambahkan pupuk kandang dari kotoran sapi atau kambing. Campur rata.
  • Masukkan media tanam dalam polibag 1/3 dari volume polibag tanam bibit asam jawa. Tambahkan lagi media tanam ke dalam polibag untuk memperkuat bibit asam jawa. Jangan lupa, siram bibit tersebut.
  • Letakkan bibit asam jawa di tempat terbuka dan teduh. Jaga kelembaban media tanam dengan menyiraminya.
  • Saat bibit asam jawa sudah berumur 20 hari atau 3 minggu bisa dipindah ke lokasi yang terang atau terkena matahari langsung. Di tahap ini bibit bisa ditanam secara tabulampot atau langsung di tanam di lahan budidaya yang telah disediakan.
  • Untuk tabulampot tentu media tanam kian bertambah volumenya dan intensitas perawatannya kian masiv. Tidak hanya menyiram saja, dilakukan juga pemupukan, pantauan terhadap hama dan penyakit juga harus dilakukan.
  • Sedangkan untuk ditanam pada lahan terbuka disediakan lubang tanam dengan kedalaman 40 cm dengan diameter 20 cm. Tanam bibit asam jawa lalu penuhi lubang tanam dengan media tanam : tanah bekas galian dicampur pupuk kandang. Perawatannya selanjutnya adalah penyiraman rutin 2 kali sehari, pemupukan secara berkala. Penyiangan rumput dan menggemburan tanah di sekitar tanaman asam jawa perlu juga dilakukan.
  • Untuk bibit yang ditanam secara tabulampot akan berbuah pertama kalinya saat tanaman berumur 3 tahun, sedangkan bila ditanam di lahan terbuka tanaman asam jawa baru berbuah pertama kalinya saat berumur 7 – 12 tahun.
  • Perbanyakan tanaman asam jawa secara vegetatif
  • Tahapan Pemilihan Pohon untuk perbanyakan Secara Cangkok
  • Pilih pohon yang sudah tua, rutin berbuah dengan kualitas terbaik dan sudah berumur kisaran 7 tahun lebih.
  • Menentukan bagian batang yang hendak dicangkok, pilih batang yang sudah berbunga dan berbuah.
  • Kupas kulit luar pohon asam jawa dengan panjang 10 cm, kerok kambiunnya hingga kering dan bersih. Balut dengan tanah subur atau moss kering lalu tutp dengan plastik dan diikat kedua sisinya.
  • Bisa diolesi dengan zat perangsang tumbuh akar sebelum ditutup dengan moss. Ada pula dengan cara didiamkan selama seminggu sebelum kerokan pada batang ditutup.
  • Pencangkokan sebaiknya pada musim hujan agar tidak kerepotan pemeliharaannya, yaitu peyiramannya. Kalaupun dicangkok saat musim kemarau maka harus rutin disiram.
  • Dengan cara dicangkok untuk mempersingkat waktu panen.
  • Bisa ditanam langsung pada lahan atau ditanam secara tabulampot.
  • Cangkokan tanaman asam jawa dipotong dari induknya saat berumur 2,5 – 3 bulan dengan ditandai banyaknya akar yang terlihat. Dipotong miring agar air hujan tidak mengendap batang pohon bekas potongan.
  • Sebelum ditanam dikurangi cabang dan daun untuk mengurangi penguapan yang berlebih di awal tumbuhkembangnya.
Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
bibit asam jawa – gambar : samudrabibit.net

Penanaman

Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
  • Menyiapkan media tanam untuk hasil cangkokan, dengan media tanah subur dicampur dengan pupuk kandang.
  • Buang plastik yang membungkus cangkokan pohon asam jawa, dan tanam pada pot atau polibag yang sudah disiapkan sebelumnya. Masukkan cangkokan. Tambahkan lagi media dan padatkan agar cangkokan kuat berdiri. Beri ajir dari bamboo agar kian kuat. Kemudian siram secukupnya.
  • Cangkokan ditempatkan di lokasi yang terbuka dan teduh selama 20 hari.
  • Selanjutkan siram secara rutin. Pada minggu ke-3 cangkokan nampak tumbuh subur. Pada umur sekian cangkokan bisa di lahan terbuka dan terkena matahari langsung.
  • Pemeliharaan
  • Tanaman asam jawa disiram 2 kali sehari, pemupukan secara berkala atau sesuai kebutuhan lapangan, penggemburan tanah lalu bisa tambahkan dengan pupuk organik agar akar kian bertambah begitu juga agar pohon asam jawa tumbuh subur.
  • Saat berumur 9-12 bulan umur tanaman asam jawa dari cangkokan bisa ditanam pada pot ukuran yang besar dari sebelumnya. Atau langsung ditanam pada tanah di lahan terbuka.
  • Cara menanam pun seperti pada cara penanamannya tanaman hasil penyemaian.
  • Pemeliharaan selanjutnya adalah : penyiraman, pemangkasan cabang pohon, pemupukan dan perawatan dari hama dan penyakit.
  • Pemupukan bisa dari pupuk organik dan ditambahkan pupuk anorganik seperti : NPK.
  • Tanaman asam jawa merupakan tanaman yang fleksibel, bisa hidup dengan kondisi lingkungan apa pun. Bisa ditanam di hutan, gunung juga dataran rendah. Ada yang dibudidayakan karena nilai ekomominya tinggi dan begitu juga nilai kemanfaatannya yang beragam.
  • Pohon asam jawa bisa ditanam dengan tabulampot (tanaman buah dalam pot) dengan tujuan panen buah lebih awal, lebih cepat. Dengan budidaya asem jawa secara tabulampot tidak memerlukan lahan yang luas.
Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia
gambar – www.rimbakita.com

Bagi pecinta bonsai, tanaman asem jawa dijadikan sebagai bahan bonsai lantaran mudah dibentuk dan tahan perlakuan pembonsaian. Kenali Pohon Asam Jawa di Indonesia.

Sumber : Google search

Oleh      : Bajas

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *